Friday, June 25, 2010

PENYULUHAN NAPZA 2010




SIMPUS


Sistem Informasi Puskesmas (Simpus), sesuai namanya, adalah sebuah sistem informasi rekam medis yang secara khusus dirancang untuk digunakan di Puskesmas. Puskesmas sebagai institusi pelayanan kesehatan, memiliki kebutuhan-kebutuhan yang unik, berbeda dengan unit pelayanan kesehatan lainnya.
Simpus merekam data rekam medis pasien-pasien yang berkunjung di Puskesmas. Tidak hanya itu, Simpus juga membantu Puskesmas dalam menyusun laporan-laporan rutin bulanan, baik untuk keperluan internal Puskesmas, ataupun untuk pelaporan ke Dinas Kesehatan.

PPWS-KIA

Program PPWS KIA dikembangkan sejak tahun 2008 dengan menggunakan sistem database dengan pengembangan konsep penelusuran data. Program ini diberi nama Kartini mengingatkan pada pahlawan nasional R.A Kartini yang meninggal akibat pendarahan post partum.
Program Kartini sudah diimplementasikan di daerah fokus UNICEF, salah satunya di Kabupaten Lebak. Puskesmas Cibadak termasuk salah satu puskesmas di Kabupaten Lebak yang mendapat kesempatan untuk menjajal software ini, dan hasilnya cukup membantu bidan dalam membuat laporan kohort maupun grafik cakupan.
Fitur dan laporan pada Program Kartini mencakup :
• Input Profil Puskemas
• Input Data Desa
• Input Data Posyandu
• Input Data Bidan
• Identifikasi WUS
• Register Bumil
• Pemeriksaan ANC
• Persalinan Ibu
• Bayi Baru Lahir
• Pemeriksaan PNC
• Pemeriksaan Neonatus
• Pemeriksaan Bayi & Balita
• Kematian Ibu
• Kematian Bayi
• Laporan Kohort
• Laporan Dasar
• Laporan Pelayanan KIA
• Taksiran Persalinan
• Kartu Ibu
• Kartu Bayi
• Surat Kelahiran
• Laporan Imunisasi
• Laporan Kematian
• Laporan PWS
• Laporan Penelusuran
• Laporan Pemantauan (Lampiran 1,2,3,4,5,6,7)
• Grafik Pelayanan KIA
• Grafik Laporan PWS
• Grafik Trend PWS



Wednesday, June 16, 2010

MTBS (MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT)


PROTAP MTBS
­ Anamnesa :
Wawancara terhadap orang tua bayi dan balita mengenai keluhan utama, keluhan tambahan, lamanya sakit, pengobatan yang telah diberikan, riwayat penyakit lainnya.

­ Pemeriksaan :
a. Untuk bayi muda umur 1 hari s/d 2 bulan :
» Periksa kemungkinan kejang.
» Periksa gangguan nafas.
» Ukur suhu tubuh.
» Periksa kemungkinan adanya infeksi bakteri.
» Periksa kemungkinan adanya icterus.
» Periksa kemungkinan gangguan pencernaan dan diare.
» Ukur berat badan.
» Periksa status imunisasi.
» Dan seterusnya lihat formulir MTBS.

b. Untuk bayi umur 2 bulan s/d 5 tahun :
» Keadaan Umum.
» Respirasi ( menghitung nafas )/
» Derajat dehidrasi ( turgor kulit ).
» Suhu tubuh.
» Periksa telinga ( apakah keluar cairan dari lubang telinga ).
» Periksa status gizi.
» Periksa status imunisasi dan pemberian vitamin A.
» Penilaian pemberian makanan untuk anemia / BGM.

­ Menentukan klasifikasi, tindakan, penyuluhan dan konsultasi dokter.


2. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN :
a. Pasien bayi / balita dari loket pendaftaran menuju ruang KIA / Gizi untuk ditimbang berat badannya, lanjut menuju ruang pelayanan MTBS.
b. Petugas menulis identitas pasien pada kartu rawat jalan.


c. Petugas melaksanakan anamnesa :
­ Keluhan Utama.
­ Keluhan tambahan.
­ Lamanya sakit.
­ Pengobatan yang telah diberikan.
­ Riwayat penyakit lainnya.

d. Petugas melakukan pemeriksaan :
­ Keadaan Umum.
­ Respirasi.
­ Derajat dehidrasi
­ Suhu tubuh.
­ Telinga.
­ Status gizi.
­ Status imunisasi dan pemberian Vitamin A.

e. Petugas menulis hasil anamnesa dan pemeriksaan serta mengklasifikasi dalam form klasifikasi dan memberikan penyuluhan.
f. Petugas memberikan pengobatan sesuai Buku Pedoman MTBS, bila perlu dirujuk ke ruang Pengobatan untuk konsultasi dokter.

Sunday, June 6, 2010

TRANSFER ILMU PIJAT URUT

Transfer ilmu pijat urut
Puskesmas Cibadak & Puskesmas Mandala pada tanggal 27 Mei 2010 , bekerja sama menyelenggarakan pelatihan pijat urut / refleksi untuk kader posyandu. Yang menjadi narasumber adalah Bapak Muhidin, ahli pijat urut dari Desa Panancangan dan Bapak Nanang ahli refleksi dari Desa Tambak Baya. Jumlah kader yang dilatih sebanyak 4 orang. Dari hasil pelatihan ini, diharapkan kader posyandu dapat menangani kasus-kasus sederhana seperti pusing, keseleo, masuk angin ( NB : Jangan disingkat pus-kes-mas ya ..) dengan teknik pijat urut, dan tidak mengandalkan obat-obatan saja. Dalam acara tersebut, Kepala Puskesmas Cibadak dan beberapa karyawan/karyawati menjadi model praktek ( lumayan dapat pijat urut gratis...)